Arti May Day 1 Mei dan Perayaan Hari Buruh di Indonesia

May Day adalah sebutan untuk Hari Buruh yang secara internasional (sebagian besar negara) diperingati pada 1 Mei. Namun, tak semua negara merayakan Hari Buruh pada 1 Mei. Amerika Serikat (AS) dan Kanada misalnya, memperingati Hari Buruh pada September.
Hari Buruh secara resmi diakui sebagai hari libur nasional oleh Presiden AS Grover Cleveland pada tahun 1984, dan sejak itu, muncul persepsi bahwa September adalah satu-satunya saat Amerika Serikat secara resmi mengakui kontribusi kelas pekerja terhadap sejarah dan tatanan sosial negara.
May Day 1 Mei tidak diakui secara resmi oleh pemerintah AS. Namun, May Day 1 Mei sekarang diakui di seluruh dunia setiap tahun oleh lusinan negara, termasuk Indonesia.

May Day terjadi, pada abad ke-19, kondisi pekerjaan di AS tidak manusiawi. Banyak anak-anak yang dipaksa bekerja di tambang dan puluhan pekerja meninggal setiap tahun karena kondisi kerja yang buruk.
Digerakkan oleh rasa kolektivisme yang berkembang dan faksi yang muncul dari organisasi buruh seperti Serikat Buruh Nasional, yang dibentuk pada tahun 1866, para pekerja di seluruh pusat industri di Amerika Serikat mulai menuntut hak-hak mereka.

Momen kunci dalam tuntuan ini terjadi pada tahun 1884 dengan munculnya “Gerakan Delapan Jam”, ketika Federasi Perdagangan Terorganisir dan Serikat Buruh (FOTLU) mengadakan konvensi nasional di Chicago, menyatakan bahwa, “delapan jam merupakan satu hari kerja yang sah dari dan setelah 1 Mei 1886,” demikian seperti dikutip LifeHacker.

Saat tenggat waktu 1 Mei yang ditetapkan oleh FOTLU semakin dekat, “diperkirakan seperempat juta pekerja di wilayah Chicago terlibat langsung dalam unjuk rasa untuk menuntut delapan jam kerja sehari,” menurut arsip yang diterbitkan oleh Industrial Workers of the World pada 1993.

Awalnya, demonstrasi relatif sepi, tapi itu semua berubah pada 3 Mei, ketika demonstrasi di McCormick Reaper Works berubah jadi pertempuran antara demonstran dan polisi yang berakhir dengan kematian beberapa pekerja. Keesokan harinya, pertemuan di Chicago’s Haymarket Square diselenggarakan untuk memprotes pembunuhan hari sebelumnya. Pada awalnya, prosesnya tenang, bahkan walikota Chicago Carter Harrison juga hadir.

Pada tahun 1912, Theodore Roosevelt memasukkan kebijakan tersebut dalam pemerintahannya. Baru pada tahun 1916 undang-undang yang mendukung hari kerja delapan jam disahkan oleh Kongres.
Perisitiwa di Haymarket, tindakan penting yang diambil pada tanggal 1 Mei 1886, serta upaya para aktivis abad ke-19 itu berperan penting dalam mencapai konsesi standar buruh saat ini.

Perayaan Hari Buruh May Day di Indonesia

Di Indonesia, May Day atau Hari Buruh ini biasanya diperingati dengan melakukan unjuk rasa untuk menuntut hak-hak buruh yang belum terpenuhi.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan buruh akan fokus dua isu dalam peringatan Hari Buruh 2021, yaitu terkait dengan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK).

Dalam konferensi pers virtual yang dipantau dari Jakarta pada Selasa, Presiden KSPI Said Iqbal meminta Mahkamah Konstitusi membatalkan UU Cipta Kerja, yang menyangkut klaster ketenagakerjaan karena dianggap merugikan buruh.
“Kami meminta hakim Mahkamah Konstitusi mengabulkan uji formil yang dilakukan perwakilan buruh yang menjadi anggota KSPI terhadap UU Cipta Kerja,” katanya, seperti dikutip Antara News.

Selain itu, para buruh juga dalam aksinya mendorong pemerintah untuk memberlakukan UMSK pada 2021, yang menurut mereka berpengaruh terhadap kepastian pendapatan pekerja.
Said mengatakan elemen buruh akan melakukan aksi pada Hari Buruh (May DayDay) 2021 yang dilakukan pada akhir pekan ini.

Aksi secara nasional akan dilakukan di depan Istana Merdeka dan Mahkamah Konstitusi di Jakarta dengan jumlah buruh yang dapat mengikuti aksi lapangan masih menunggu koordinasi dengan aparat keamanan. Untuk tingkat daerah akan dilakukan di pabrik dan kantor pimpinan daerah masing-masing.

THANK GOD FOR GOOD KARMA