D’Youth Festival 2021, Ajang Para Muda Denpasar Unjuk Kreatifitas

HandmadNews – Pandemi Covid-19 terus berkepanjangan. Hingga kini tak satu pun ahli yang mampu memprediksi secara pasti kapan bencana global ini akan berakhir. Bagi masyarakat kreatif, khususnya kalangan muda, tidak ada pilihan lain untuk dilakukan selain terus berkreasi, berinovasi menyiasati situasi dan kondisi yang ada. Sesuai visi “denpasar kota kreatif berwawasan budaya menuju denpasar maju” apapun kondisi dan situasi yang terjadi kreatifitas tidak boleh padam.

Pada 16 Oktober – 7 November 2021, Pemkot Denpasar menggelar acara D’Youth Festival 2021. Acara ini merupakan festival untuk anak muda dengan sasaran umur 15 hingga 35 tahun

Dengan mengambil tajuk” I Tenggek Ngindang” yang melambangkan Burung Raja Udang Biru atau Burung Tenggek yang memiliki kekuatan, ketangkasan, lincah, spirit itu diharapkan mampu membawa kawula muda di Kota Denpasar semangat mengejar prestasi di masa pandemi ini. Bahkan, lebih lanjut diharapkan mampu menemukan sesuatu yang bisa diangkat kepermukaan sehingga memiliki nilai lebih.

Selain sarat dengan makna logo Burung Tenggek atau Burung Raja Udang yang digambar secara manual oleh tim kreatif dari Handmad Bali ini, Bekraf Denpasar juga memperkenalkan burung ini kepada anak – anak muda Denpasar. Mungkin para muda Denpasar sudah jarang bahkan tidak pernah lagi menjumpai Burung Tenggek ini. Raja Udang meninting (Alcedo meninting) merupakan burung kecil berukuran 14 cm yang tubuh bagian bawahnya berwarna merah-jingga terang dengan penutup telinga. Kakinya ramping berwarna merah dengan paruh besar berwarna kehitaman. Kebiasaannya adalah mencari makan berupa ikan-ikan kecil dan udang-udangan serta mengangguk-anggukan kepalanya saat mengintai mangsa. Sarangnya biasa berada di ‘tebing-tebing’ tanah di pinggir sungai atau badan air lainnya. Tercemarnya wilayah perairan, membuat raja kecil ini tergusur dari sebagian wilayah Denpasar.

Pemilihan logo  “I Tenggek Ngindang” ini juga bisa menjadi sebuah refleksi bagi manusia untuk semakin menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keseimbangan ekologi dunia dan menekan dampak negatif bagi generasi mendatang menjadi semakin parah. Hilangnya berbagai jenis satwa di alam liar, seperti raja-udang meninting ini, hanyalah satu indikator bahwa alam sudah mengirim sinyal bahaya bagi manusia.

I Wayan Hendaryana, Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kota Denpasar orang yang bertanggung jawab atas terselenggaranya D’Youth Festival ini mengatakan ajang ini memjadi ruang kreatifitas kaula muda kreatif Denpasar menciptakan aksi, memberikan reaksi dan menghasilkan kreasi dalam pengembangan potensinya. Dirinya juga bersinergi dengan berbagai komunitas dan forum komunikai OSIS SMP & SMA di Denpasar dalam hal mengusulkan konten-konten yang akan dilaksanakan dan ditampilkan dalam D’Youth Festival. Yang dimana kegiatan ini diharapkan mampu untuk mewadahi kreatifitas serta talenta pemuda pemudi yang ada di Kota Denpasar.

Ia berharap dengan D’Youth Festival ini bisa mengoptimalkan setiap potensi dalam berbagai situasi dan kondisi yang dialami para muda Denpasar, untuk mampu mempertahankan eksistensi kreatifitas dalam mencapai keindahan setiap karya. Ajang ini juga untuk memberikan penghargaan terhadap dedikasi dan karya anak-anak muda kreatif Denpasar.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan festival ini memanfaatkan teknologi menggerakkan anak muda. “Intinya festival anak muda pelengkap gedung Dharmanegara Alaya. Komitmen kami anak muda berprestasi, unggul dan mendunia,” katanya.

Nantinya sebelum masuk ke lokasi acara di Dharmanegara Alaya, pengunjung harus registrasi online H – 1. Pengunjung kemudian masuk membawa tiket dan di depan event dilakukan screening termasuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Lomba Online dan Offline

01. Online

Lomba yang diadakan secara online seperti, Lomba Video Creative media Tiktok, Slekesi Baleganjur dan Suling, Lomba Cover Jingle – Jingle D’Youth Fest dan Lomba Photografi.

02. Offline

Diadakan di Gedug DNA dan Tukad Bindu Kesiman dengan konsep tatap muka dengan menerapkan protokoler kesehatan. Diadakan pagelaran dan perlombaan selama sebulan di bulan Oktober 2021. Setiap minggu akan diadakan pada hari Jumat, Sabtu, Minggu.

Yang meliputi lomba Pantomine,  Alaya Dance Conpetition, Lomba Tari Tradisional, Lomba Kustom Busana Adat, Festival Band Pelajar, Lomba Desain Ilustrator, Lomba Batista Signature Coffee, Skateboard Competition, Denpasar Barber Fiesta dan Lomba Tamiya Mini 4WD.

D’Youth Fest turut mengundang komunitas anak muda. Mulai dari seni hingga hobi yang dimana mereka nantinya akan melakukan kegiatan berupa pertunjukan langung ataupun mendsiplay hasil karya mereka. Selain itu juga ada bazzar UMKM seperti fashion dan kuliner.

Hanya pemerintah Kota Denpasar saja yang selalu memberikan perjatian lebih terhadap kreatigitae anak mudanya. Begitu juga di masa Pandemi ini, karena mereka sadar, para anak muda inilah nantinya yang akan menerukan pembangunan dan berkesenian di Kota Denpasar.

Denpasar Kotaku, Denpasar Rumahku