Serangkaian Anniversary ke-11 Tahun, Handmad Campah Bali Tirtayatra ke 9 Pura

HandmadNews – Sebagai ucapan terima kasih atas anugerah yang diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa – Tuhan Yang Maha Esa seluruh staff dari Handmad Campah Bali mengadakan Tirtayatra ke 9 Pura di wilayah Bali Utara pada Jumat (29/10) hingga Sabtu (30/10). Tirtayatra sendiri bisa diartikan adalah perjalanan suci untuk mendapatkan atau memperoleh air suci. Tirtayatra dalam bahasa sehari-hari di Bali dipahami dengan tangkil atau sembahyang ke pura-pura.

Tirtayatra yang dilaksanakan setiap tahun ini sebagai rangkaian Hut ke-11 Handmad Campah Bali yang ke-11 pada 11 Januari 2022 mendatang. CEO Handmad Campah Bali, Ida Bagus Agung Brahmadiguna atau Gus Tolet menjelaskan selain sebagai rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa akan segala anugerah yang sudah diberikan, dengan bertirtayatra sebenarnya juga telah menjaga ketiga aspek keharmonisan hidup di dunia yakni Tri Hita Karana. Diharapkan dengan dilaksanakannya Tirta Yatra ini seluruh staf mulai dari Head Office Denpasar, Toko Handmad Tabanan dan Toko Handmad Negara, mendapat perlindungan, keselamatan, rejeki dan kemakmuran.
“Kegiatan Tirtayatra ini memiliki banyak manfaat bagi diri sendiri yang diantaranya meningkatkan Sraddha, keyakinan atau keimanan,sebagai proses penyegaran kembali terhadap mental dan fisik teman – teman, ditengah masa sulit pandemi covid 19, juga untuk pengalih penat akibat rutinitas, lebih memngakrabkan dan kekompakan sesama staf, yang paling utama mensyukuri nikmat serta mengagumi betapa besar keAgungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai Maha Pencipta Smesta Alam” jelas Gus Tolet.

Perjalanan Tirtayatra kali ini memilih beberapa pura sebagai tujuan persembayangan. Pura pertama di Pura Rambut Siwi Desa Yeh Embang, dan dilanjutkan ke Pura Pemuteran, Pura Pulaki, Pura Kertha Kawat, Melakukan penglukatan di Penglukatan Pura Puncak Belatung, dan komplek Pura Melanting yang kesemuanya ada Banyupoh, Kecamatan Gerogak Kabupaten Buleleng.

Dipilihnya Pura Melanting sebagai tujuan akhir tirtayatra karena Pura Melanting adalah salah satu pura penting jika dilihat dari aspek agama dan kebudayaan yang ada di Bali, khususnya bagi para pedagang. Pura melanting umumnya didirikan di setiap pasar di Bali, itu oleh karena kegiatan jual-beli antara pedagang dan pembeli selalu berhubungan erat dengan Pura ini. Kebanyakan yang berdoa di Pura ini adalah kaum pedagang yang memohon ketentraman, keselamatan dan kesejahteraan ketika berjualan, sehingga dapat memperoleh keuntungan yang maksimal seperti yang diharapkan.
“Karena inilah kami (Handmad Campah Bali) yang bergerak di industri pakain jadi ini, wajib nunas panugrahan di Pura Melanting. Semoga kami selalu diberkati keselamatan dan kesejahteraan” tutup Gus Tolet.